Renyahnya Kuliner Khas Garut Dengan Sebutan Dorokdok

Posted on

Daftar Isi Lebih Detail

Dorokdok adalah kuliner wajib untuk dicicipi. Kuliner ini termasuk dalam kategori kerupuk, lebih renyah dan tentu saja gurih. Tak mengherankan jika kuliner satu ini mendapatkan tempat di hati pecinta kuliner.

Namanya juga kerupuk. Renyahnya memang menjadi sifat aslinya. Tapi kerupuk khas Garut ini berbeda dengan kerupuk pada umumnya.

Umumnya, kerupuk dibuat dari tepung. Tepung diolah sedemikian rupa, dibentuk, dikeringkan baru digoreng. Tapi kerupuk yang satu ini tidak dibuat dari tepung, melainkan dibuat dari kulit hewan.

Kerupuk kulit ini memang meningkatkan keingin tahuan orang. Banyak yang penasaran tentang rasanya. Bahkan juga bagaimana cara mengolahnya sampai kulit hewan bisa dijadikan sebagai camilan yang renyah seperti itu.

Di sini, kami akan tunjukkan seperti apa gambaran dari kerupuk kulit Dorokdok. Kami juga melengkapi bagaimana cara menikmatinya. Jadi, mari simak ulasannya di bawah ini sambil kamu kursus bahasa inggris!

Sekilas Mengenai Dorokdok

services.sportourism.id

Asal mula Dorokdok ini tidaklah begitu jelas. Mungkin saja penamaannya akan lebih pas dikenal oleh masyarakat yang membuatnya. Dan perkiraan ini memang cukup masuk akal.

Anda tentunya tahu persis mengenai sebutan-sebutan unik. Sebutan ini biasanya mencirikan kekhasan sebuah daerah. Salah satunya sebutan untuk kerupuk yang berasal dari Garut ini.

Namanya adalah Dorokdok. Ini merupakan jenis kerupuk kering. Bahan yang digunakan untuk membuat kerupuk ini adalah kulit hewan.

Kulit hewan yang biasanya dimanfaatkan adalah kulit hewan kerbau. Namun ada juga yang menggunakan kulit hewan sapi. Cuma kebanyakan menggunakan kerbau yang mana mudah ditemukan di daerah asal.

Pembuatnya juga selektif dalam memilih kulit. Kulit yang dipilih sebagai bahan dasar kerupuk adalah kulit hewan yang masih muda. Sementara kulit hewan yang usianya tua jarang digunakan.

Pemilihan kulit seperti ini masuk akal sekali. Kulit yang masih muda akan lebih mudah dibentuk. Malahan mudah dikeringkan, dan hasil jadinya lebih renyah.

Tinjauan mengenai pemanfaatan kulit seperti ini menunjukkan kreatifitas pembuatnya. Kulit hewan yang masih muda akan lebih cepat dikeringkan. Artinya, proses pembuatannya tidak akan memakan waktu yang lama.

Perlu diingat, proses pembuatannya membutuhkan waktu berhari-hari. Hal ini dimulai dari proses pengeringan kulit terlebih dahulu. Setelah kering, kulit akan diproses lagi, dan dikeringkan kembali.

Proses pengeringan yang pertama biasanya memakan waktu 3 hari. Sementara proses yang kedua memakan waktu semalam. Tentu saja waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk mendapatkan kualitas kerupuk kulit yang sempurna.

Prosesnya yang lama, diikuti dengan bahan baku yang langka membuat harga jualnya semakin mahal. Harga jualnya ini berbeda-beda. Semuanya bergantung pada berapa biaya yang dikeluarkan oleh pembuat saat membeli bahan bakunya.

Kerupuk ini memang perlu dikeringkan. Proses pengeringan ini tentu membutuhkan pancaran sinar matahari yang cukup. Namun ada juga yang memanfaatkan oven sebagai media untuk mengeringkan kerupuk.

Dari caranya sendiri, pemanfaatan sinar matahari jauh lebih bagus. Kerupuk bisa kering dengan bentukannya lebih pas. Sementara pengeringan melalui oven kurang memberikan hasil maksimal.

Proses Pembuatan Kerupuk Kulit Dorokdok

http://www.sajianbunda.com

Dorokdok sendiri bahan dasarnya adalah kulit kerbau. Kulit jenis ini lebih mudah ditemukan di daerah Garut. Namun tetap saja ada yang memanfaatkan kulit sapi.

Kulit ini kemudian diolah dengan teliti. Prosesnya cukup panjang. Biasanya memakan waktu sampai berhari-hari. Seperti apa cara mengola kulit menjadi kerupuk Dorokdok khas Garut ini?

Pertama kalinya, pembuatnya akan memilih kulit mentah. Kulit mentah yang dipilih adalah kulit kerbau yang masih muda. Kulit seperti ini menentukan kekhasan, rasanya lebih enak, dan lebih renyah.

Kulit yang mentah kemudian ditaburi dengan garam. Pemberian garam dianjurkan menyeluruh. Baru setelah itu didiamkan selama 2 hari penuh.

2 hari berselang, kulit tersebut perlu dibilas dengan air sampai bersih. Ciri khas pencucian yang benar adalah bila rasa asin mulai hilang. Kemudian kulit tersebut ditirikan terlebih dahulu.

Proses selanjutnya adalah menghilangkan bulu yang menempel di kulit. Tentunya kulit tersebut telah kering. Penghilangan bulu ini dilakukan dengan membakarnya dengan api sedang.

Setelah bulu-bulu telah menghilang, proses selanjutnya adalah merendam kulit. Proses perendaman ini membutuhkan waktu semalam. Setelah itu kulit bisa direbus dengan memasukkan sejumlah bumbu dan rempah-rempah.

Proses memasak ini harus diperhatikan secara teliti. Pemanfaatan bumbu juga harus pas agar cita rasanya enak. Setelah selesai, angkat dan iris kulit hewan sesuai bentuk yang diinginkan serta jemur di panasnya terik matahari.

Penjemuran ini membutuhkan waktu agak lama. Yang terpenting Anda menjemurnya sampai kering. Tujuannya supaya kulit tersebut bisa mengembang ketika digoreng nantinya.

Akhirnya, Anda bisa mengangkat kerupuk tersebut. Goreng dengan api sedang. Sajikan di atas meja sebagai camilan, atau bisa sebagai lauk pauk bersamaan dengan nasi.

Demikianlah ulasan singkat mengenai kerupuk khas garut. Rasanya gurih, renyahnya juga terasa. Jadi, apakah Anda pernah mencicipi enaknya Dorokdok ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *