Rendang Sajian Bercita Rasa Pedas Dan Mendunia

rendang khas padang

Rendang merupakan hidangan paling istimewa yang ada di Nusantara. Rasanya pedas, dan bisa bertahan beberapa minggu setelah dimasak. Menariknya, sajian khas ini pernah dinobatkan sebagai sajian paling lezat di dunia. Nah, kalau kamu ke luar negeri dan ditanya tentang rendang, pastiin kamu bisa jawabnya ya! Kalau belum tahu harus jelasin apa, ayo mulai belajar bahasa inggris biar kamu semakin lancar cas cis cusnya.

Sajian ini dibuat dari bahan dasar daging. Kemudian dibumbui dengan rempah-rempah, dimasak dengan santan sampai mengering. Jadilah rendang khas yang awet disimpan beberapa minggu.

DISKON KURSUS 2 JUTAAN* Dan dapatkan hadiah merchandise menarik*. Buruan dapetin ▶ 💰 BURUAN KLAIM!Belajar Inggris di EF English First. Belajar semakin menyenangkan! 🇬🇧 🇮🇩 🇸🇪

Soal rasa tidak perlu diragukan lagi. Cita rasa pedasnya istimewa dan nampol banget deh. Ditambah dengan rempah-rempah yang kaya membuat rasanya lebih kompleks. Tak heran jika cita rasa rendang ini disukai oleh hampir semua penduduk di dunia. Nah, Apa Itu Rendang dan gimana sih sejarahnya? Yuk baca penjelasannya berikut ini.

Sejarah Rendang

Nah, banyak yang tidak tahu kalau ternyata rendang ini dikenal juga dengan randang yang merupakan sajian untuk bekal masyarakat Minang di masa lampau. Sejauh ini, hidangan ini begitu istimewa, sampai-sampai setiap ada perayaan atau upacara adat, hidangan ini wajib disediakan.

Asal usul sajian ini diklaim berasal dari Minangkabau Sumatera Barat. Pada masa lalu, hidangan ini telah disajikan sebagai masakan tradisional. Bahkan dikonsumsi setiap harinya.

Diduga, masakan dengan cita rasa pedas ini bermula dari orang Minang ketika mengadakan upacara adat. Masakan ini disajikan, dan terus disajikan dalam setiap acara. Hal ini disebabkan oleh cita rasanya yang enak, yang membuat orang ketagihan akan rasanya.

Waktu terus berkembang, sajian ini akhirnya mulai dikenal di berbagai wilayah. Mulai dari Jambi, Riau, Mandaliang dan kawasan di negeri seberang. Bahkan sampai saat ini, hidangan ini sudah tersebar di hampir seluruh wilayah Nusantara.

rendang daging khas padang
Image Source: tribunnews[dot]com
Tersebarnya sajian ini diduga dari menyebarnya masyarakat Minang. Karena banyak masyarakat Minang yang merantau dan berdagang di abad ke 16, dan masih berlaku sampai sekarang. Masyarakat Minang bisa dengan mudah dijumpai di kota-kota besar di Indonesia.

Dahulu, orang Minang berlayar ke Malaka. Lantaran perjalanan ditempuh di perairan, orang-orang butuh hidangan yang awet. Akhirnya, sajian ini kemudian dibawa menjadi perbekalan utama. Pasalnya, sajian ini mampu bertahan lama.

Sementara kelahiran masakan ini diduga terpengaruh oleh berbagai negara. Salah satunya adalah India yang terkenal dengan penggunaan rempah-rempah di dalam masakkannya. Di dalam rendang pun, rempah-rempah menjadi bumbu utama dalam hidangan tersebut.

Ini tentunya dilihat dari Gujarat masa lampau. Gujarat yang berasal dari India memiliki hidangan yang kurang lebih sama memanfaatkan banyak rempah-rempah. Hanya saja, hidangannya tidak sekental rendang.

Di India, hidangan yang menggunakan banyak rempah-rempah dicontohkan dalam bentuk kari. Kari inilah yang diklaim mempengaruhi kemunculan hidangan asli Minang.

Jaman kian berkembang juga menyebabkan penyebaran orang Minang yang makin meluas, akhirnya sajian khas ini kian dikenal oleh maysarakat luar Minang. Sampai saat ini, sajian ini masih dikenal dan dinikmati oleh bukan hanya masyarakat asli di tanah Minang tapi hampir seluruh masyarakat dunia.

Karakter sajian ini adalah hitam pekat dan kering. Karena proses pengolahannya adalah dengan mengaduk-aduk daging dengan santan sampai mengering.

Nah, jika dilihat dari proses pengolahannya, tentunya menghidangkan sajian ini akan memakan waktu. Terutama dalam hal mengeringkan daging dengan santan. Tapi proses yang lama sebanding dengan hasil hidangan khas dan berkelas.

Filosofi Rendang

Rendang bukanlah sajian sembarangan. Di dalam sajian ini terkandung makna yang luhur. Itulah yang ingin ditunjukkan oleh masyarakat Minang. Setidaknya ini mencirikan kebudayaan masyarakat Minang.

rendang padang
Image Source: merahputih[dot]com

Daging Sapi sebagai Niniak Mamak.

Niniak Mamak adalah para pemimpin suku adat.

Karambia

Karambia atau santan kelapa ini melambangkan Cadiak Pandai. Kamu juga bisa menyebutnya sebagai kaum intelektual.

Lado

Lado atau cabai, menjadi bumbu pedas yang melambangkan alim ulama. Perlambangan ini mencirikan kekhasan ulama yang berani berbicara benar, kadang pedas dan tegas untuk mengajarkan agama.

Bumbu Pemasak

Ini melambangkan masyarakat minang secara menyeluruh.

Dengan demikian, makna yang terkandung di dalam sajian ini adalah bentuk kekerabatan di dalam lapisan masyarakat secara keseluruhan. Dan ini menandai persaudaraan yang kental di dalamnya.

Hampir keseluruhan masyarakatnya bersatu padu. Dan ini dicetuskan dalam lambang sebuah hidangan. Tak mengherankan jika hidangan ini teramat istimewa di Sumbar.

Dalam penerapannya, sajian ini wajib dihidangkan di acara-acara istimewa. Mulai dari acara adat, sampai menyambut tamu kehormatan. Contohnya adalah menyambut kedatangan presiden atau tamu penting lainnya.

Nah, sajian ini sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya, rendang basah. Rendang ini masih belum masuk cakupannya sebagai hidangan sempurna. Hidangan ini biasanya dinamakan dengan gulai.

Ketika dimasak dan sajiannya masih terlihat santannya, maka sajian ini dikenal dengan kalio. Tapi setelah santannya hilang, nampak daging kering yang menghitam, maka barulah dinamakan rendang sempurna. Jadi, jangan salah faham kalau kamu mendengar orang yang mengatakan hidangan ini sebagai kalio ataupun gulai.

Untuk rasanya, rasa pedas menjadi rasa yang paling dominan. Membuat masakan ini sangat menggugah selera. Bagian paling menariknya, sajian ini juga kaya akan kandungan gizi. Hmm sudah lezat, bergizi pula. Gimana? Gasabar kan untuk mencicipi rendang?

Leave a Reply

Your email address will not be published.