Pindang Tetel, Sajian Khas Daerah Yang Menggugah Selera!

Posted on

Daftar Isi Lebih Detail

Pindang tetel melengkapi keragaman kuliner di tanah air, rasanya yang lezat menjadikan makanan khas nusantara ini lebih membumi.

Sajian daerah memang unik. Cita rasanya tidaklah kalah dengan sajian yang dibuat oleh masyarakat eropa atau semacamnya, untuk membaca sejarah masakan-masakan eropa, Anda bisa banyak membaca sumbernya dalam bahasa Inggris, belajar bahasa Inggris terlebih dahulu mungkin akan sangat membantu anda.

Memang sajian ini seakan dipinggirkan oleh masyarakat modern. Orang masa kini lebih tertarik mencicipi masakan luar negeri, alasan klasiknya adalah lebih berkelas. Apakah memang seperti itu?

Kami kira itu bukanlah alasan yang tepat. Toh sajian sebenarnya lebih mengedepankan kelezatan, bahkan mencirikan sebuah daerah yang mana jauh dari tempat tinggal Anda.

Sama dengan masakan khas eropa, Anda mungkin tertarik untuk mencicipinya lantaran terbersit cerita enaknya masakan tersebut.

Yang utama, masakan eropa ini lebih mendunia. Terbukti dengan hadirnya masakan ini di Indonesia.

Kalau dicermati, cita rasa masakan khas daerah ini tidaklah kalah. Bahkan bisa dikatakan unggul dibandingkan dengan cita rasa masakan luar.

Lagi-lagi alasannya adalah cita rasa masakan khas daerah ini lebih bersahabat dengan lidah masyarakat Indonesia. Contohnya adalah pindang tetel khas majalengka.

Sejarah Mengenai Sajian Pindang Tetel

blogspot.com

Pindang tetel merupakan salah satu masakan yang membumi, terutama di nusantara ini. Banyak sekali pecinta masakan khas daerah yang mulai tertarik untuk mencicipi kelezatan masakan tersebut.

Asal usul pindang tetel ini sebenarnya masih belum jelas. Namun beberapa sumber memberikan informasi yang kami anggap masuk akal, sumber tersebut berasal dari Wikipedia.

Sajian ini bukanlan sajian seperti pindang yang Anda kenali di pasar tradisional. Kalau di pasar tradisional, pindang adalah sejenis ikan yang diasapi, tujuannya adalah membuat ikan menjadi pindang.

Jenis ikan yang digunakan adalah ikan laut, bahkan ada juga yang menggunakan ikan air tawar. Tujuannya tentu saja untuk mengolah ikan tertentu menjadi pindang.

Kembali pada sejarah pindang tetel. Sajian ini merupakan sajian khas, dibuat dari daging sapi yang diolah dengan bumbu-bumbu khusus seperti kluwak.

Bumbu tersebut membuat penampilan sajian menjadi lebih hitam. Sekilas mirip seperti rawon, namun kesan dari pindang ini lebih encer.

Dulu, masyakarat di suatu daerah mencoba untuk memanfaatkan kluwak sebagai bahan pangan. Kluwak dikolaborasikan dengan tempe dan tahu.

Sayangnya, kolaborasi ini memunculkan rasa yang kurang pas. Maksudnya, cita rasanya tidaklah begitu lezat.

Masyarakat tersebut tidak larut dengan kagagalannya. Akhirnya, muncul lagi ide tentang pemanfaatan bahan baku, yaitu menggunakan daging sapi.

Daging sapi ini dikolaborasikan dengan beraneka macam bumbu, termasuk menggunakan kluwak yang mana ingin dimanfaatkan sepenuhnya.

Dan eksperimen ini berhasil menciptakan masakan yang khas. Rasanya jauh lebih enak ketimbang menggunakan tempe ataupun tahu.

Proses pembuatannya yang menggunakan daging sapi yang diiris-iris (ditetel) ini menjadikan sajian ini lebih khas dengan namanya berupa pindang tetel.

Pindang semacam ini sebenarnya telah ada di berbagai daerah. Salah satunya adalah di pekalongan. Kemudian daerah yang juga punya kekhasan masakan tersebut adalah Majalengka.

Di dalam urusan penyajiannya, masakan ini akan dilengkapi dengan kerupuk yang digoreng menggunakan pasir.

Untuk urusan rasa, kerupuk tersebut dirasa pas. Berbeda jika menggunakan kerupuk yang digoreng dengan minyak, cita rasanya akan berubah. Menjadikan pindang seperti ini kurang nikmat.

Sajian khas daerah majalengka ini biasanya ditempatkan pada sebuah mangkok khusus, tampilannya lebih encer dan agak hitam.

Namun di beberapa daerah, sajian ini tambah lebih khas dengan pemanfaatan daun pisang. Biasanya daun pisang ini akan dibuat mengerucut, kemudian bagian pengaitnya menggunakan lidi. Ini biasanya dikenal dengan pincuk.

Cara Membuat Pindang Tetel Khas Majalengka

wordpress.com

Membuat masakan khas Majalengka ini sebenarnya mudah. Anda perlu menyediakan bahan-bahan utamanya, serta bumbu yang dibutuhkan.

Bahan utamanya tentu saja daging sapi. Kemudian bumbu-bumbunya beragam, tentunya tidak meninggalkan kluwak. Untuk bumbu-bumbu selain kluwak antara lain sebagai berikut.

– Bumbu untuk membuat pindang tetel

Selain kluwak, bumbu untuk membuat pindang tetel khas daerah ini adalah ketumbar, garam, merica, bawang putih, bawang merah serta terasi.

Kemudian jangan lupa siapkan bumbu lain seperti jahe, cabe merah, gula jawa, daun salam, daun bawang, srai, lengkuas, bawang merah irisan, kecap manis serta minyak goreng.

– Cara memasak pindang tetel

Cara memasaknya cukup sederhana. Langkah pertama adalah mencuci bersih daging sapi yang telah disediakan.

Langkah keduanya adalah merebus daging tersebut. Pastikan daging telah diiris-iris, Anda bisa mengirisnya sesuai selera.

Langkah ketiga adalah menumis bumbu. Daun bawang merah serta bawang merah, serta seluruh bumbu yang telah disediakan sampai harum dan matang.

Langkah keempat adalah mencampurkan bumbu yang telah ditumis dengan daging sapi yang telah direbus. Masukkan semuanya, kemudian tambahkan kecap manis.

Terakhir adalah sajikan sebagai hidangan khas di atas mangkuk. Tambahkan kerupuk untuk melengkapi hidangan lezat tersebut.

Demikianlah yang bisa disampaikan pada kesempatan ini. Anda bisa mencoba untuk membuatnya sendiri. Jika Anda malas membuatnya, silahkan datang di daerah asal dan nikmati kelezatan pindang tetel ini bersama keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *