Pecinta Kopi, Inilah 5 Fase Coffee Roasting

Daftar Isi Lebih Detail

Bisa dikatakan jika coffee roasting atau proses penyangraian kopi ini memegang peranan yang sangat penting pada seluruh rantai perjalanan dari kopi. Jadi sebenarnya proses inilah yang pada akhirnya akan menentukan menjadi senikmat apa kopi ini.

Setelah proses dari pengolahan biji kopi, penyimpanan, dan penjualan green bean, proses selanjutnya yang biasanya dilakukan adalah roasting. Jadi bisa dikatakan juga bahwa di tahapan inilah nantinya biji kopi yang sebelumnya tidak ada apa-apanya akan diolah sehingga menjadi ada apa-apanya.

Pada tahapan ini, segala macam dari notes, flavor, after taste serta rasa-rasa ajaib pada kopi ini bisa dibilang dipengaruhi oleh proses roasting ini. Maka dari itu sudah pasti proses coffee roasting ini menjadi sangat penting sebab akan berpengaruh besar terhadap rasanya. Sebagaimana pentingnya belajar bahasa Inggris untuk kehidupan kita.

Meskipun terdengar sepele, akan tetapi untuk menyangrai kopi supaya nantinya bisa mengeluarkan karakter terbaik dan memiliki rasa yang nikmat tidak semudah kelihatannya. Tidak jarang banyak para specialty coffee roasters yang harus lebih dulu mengalami beberapa kali trial and error, proses gagal terlebih dahulu baru bisa mendapatkan pola roasting terbaik untuk masing-masing kopi yang disangrai.

Fase-fase dalam Coffee Roasting

1912pike.com

Pada saat proses roasting kopi dilakukan, Supaya kopi memiliki rasa yang istimewa, minimal harus melewati 5 tahapan berikut ini:

1. Pengeringan (Drying)

Umumnya biji kopi mentah mengandung sekitar 1 sampai dengan 11 % air yang terbagi rata di seluruh struktur dari biji kopi tersebut. Dan biji kopi ini tidak akan berubah warna menjadi kecokelatan apabila kandungan airnya masih ada.

Pada saat biji kopi yang masih mentah (raw) dimasukkan ke dalam mesin roasting, fase pertama yang terjadi adalah biji kopi yang masih mentah tersebut akan mulai menyerap sejumlah panas.

Dan kemudian mulai menguapkan kandungan air yang ada pada biji kopi ini. Dan perlu diketahui bahwa proses pengeringan seperti ini cenderung membutuhkan panas serta energi yang cukup besar.

2. Penguningan (Yellowing)

https://dublinbaristaschool.ie/

Pada saat kandungan air pada biji kopi tadi sudah dikuras, reaksi pencoklatan dimulai. Pada tahap ini, biji kopi umumnya masih padat dan juga sedikit beraroma beras basmati. Tetapi biji kopi sudah mulai mengembang.

Selain mulai mengembang, kulit biji kopi yang tipis (yang menyerupai sekam) mulai mengelupas. Dan skam akan mulai dipisahkan dari biji yang sedang disangrai melalui sistem aliran udara yang ada di dalam roaster.

Selanjutnya kumpulan dari kulit sekam biji kopi ini lalu akan disingkirkan untuk mencegah resiko kebakaran dalam mesin, sebab sifatnya yang tipis dan mudah sekali terbakar.

Bisa dibilang dua tahap pertama yakni drying dan yellowing termasuk fase yang sangat penting di dalam proses roasting. Bahkan ketika kopi tidak mengalami pengeringan secara tepat bisa membuat biji kopi tidak tersangrai secara merata pada tahapan berikutnya.

Dengan kata lain, bisa jadi biji kopi terlihat sudah tersangrai dengan baik di bagian luarnya namun di bagian dalamnya ternyata biji kopi belum matang sepenuhnya. Kondisi seperti inilah yang membuat biji kopi terasa ganjil.

3. Pecahan Pertama (First Crack)

Pada saat biji kopi sudah mulai berubah kecoklatan yang terjadi pada saat proses yellowing, ada semacam percampuran diantara gas karbondioksida dan juga air yang sama-sama menguap di dalam biji kopi.

Pada saat tekanan kedua elemen ini mencapai puncaknya, selanjutnya biji kopi akan mulai terbuka dan pada saat inilah biji kopi tersebut akan mulai memecah. Atau cracking, istilahnya.

Kondisi ini mudah dikenali melalui bunyi yang renyah menyerupai bunyi kacang yang pecah. Dan pada fase ini pula segala karakter dan juga rasa yang familier dari biji kopi ini akan mulai berkembang dan terbentuk.

4. Roast Development

http://indianapublicmedia.org

Ketika cracking pertama selesai, biasanya biji kopi cenderung memiliki tekstur lebih lembut di permukaannya namun belum secara keseluruhan. Jadi fase roasting ini akan menentukan warna akhir dari biji kopi dan termasuk derajat roasting-nya.

5. Pecahan Kedua (Second Crack)

Pada tahap ini, biji kopi mulai memecah kembali untuk yang kedua kalinya. Namun biasanya dengan bunyi yang lebih ringan dan juga lebih lembut. Pada saat biji kopi sudah mencapai tahapan ini, umumnya minyak alami (oil) kopi akan muncul ke permukaan biji.

Selain itu, pada fase ini banyak karakter acidity kopi yang sudah hilang dan pada tahap ini rasa-rasa jenis baru juga mulai berkembang. Jadi bisa dikatakan tahap ini kopi sudah memiliki karakter rasa sendiri-sendiri.

Saat kopi sudah melalui sekian tahap seperti yang sudah diulas di atas tadi, barulah kopi dikeluarkan dan kemudian masuk pada proses berikutnya lagi, seperti halnya coffee resting hingga sampai ke cangkir-cangkir yang akan Anda nikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *