Sejarah Panahan Yang Menjadi Olahraga Terpopuler Di Era Modern

archery

Panahan merupakan salah satu cabang olahraga yang dilombakan di hampir setiap turnamen olahraga. Mulai dari kompetisi dalam negeri, sampai kompetesi antar benua. Cabang ini banyak digeluti oleh masyarakat dunia. Namun tahukah Anda mengenai asal usul dari seni memanah ini?

Apa itu Belajar Online

Saat ini, Anda akan sangat mudah untuk menjumpai kompetisi memanah. Di Indonesia sendiri, Anda bakal disuguhkan atlet memanah dalam sebuah perlombaan pekan olahraga nasional. Dan hampir seluruh daerah menempatkan wakilnya untuk mengharumkan daerahnya.

Begitupun dengan kompetesi dunia seperti olimpiade. Cabang panahan mendapatkan sorotan tajam. Karena kemahiran atlet dalam memanah sangatlah luar biasa. Dan tidak hanya kaum lelaki saja, namun kaum wanitapun turut ambil bagian dari olahraga ini.

Asal Usul Panahan

Memanah bukanlah hal baru di dunia ini. Seni memanah ini telah ada ribuan tahun silam. Dan memanah sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di masa lampau.
Panahan ini terdiri dari busur dan anak panah yang diruncingkan. Busur pada masa lampau dibuat dari kayu yang dilengkungkan dengan ditali. Tali ini terbuat dari rambut, otot hewan sampai usus dari hewan.

Sementara untuk anak panahnya terbuat dari kayu ataupun batu. Anak panah inilah yang nantinya akan dilontarkan ke sasaran.
Memanah di masa itu digunakan untuk kegiatan berburu. Tentu saja orang yang menggunakan adalah mereka yang masih dalam kehidupan sederhana. Bahkan belum mengenal istilah logam.

Baru kemudian zaman logam datang. Bagian ujung panah disisikan logam yang lebih runcing. Tentunya, ini jauh lebih kuat dan bisa menembus target ketika dipanah.
Zaman ini, panah digunakan tidak hanya untuk berburu saja. Tapi juga dijadikan sebagai alat perang untuk menghadapi musuh-musuhnya.

Perkembangan Seni Memanah Menjadi Cabang Olahraga

Di tengah-tengah kemoderan, alat perang bukan lagi sebatas panah. Ada banyak peralatan perang yang dipandang lebih kuat dan efektif untuk melumpuhkan musuhnya.

Melihat adanya kemajuan zaman, panah bukan lagi menjadi sebuah alat perang. Kini, panahan beralih fungsi sebagai bagian dari seni. Yakni masuk dalam kategori cabang olahraga yang diperlombakan di dunia.

Seni memanah dipandang sebagai bagian dari alat untuk menyehatkan tubuh. Bahkan dipandang sebagai hal yang positif. Karena seorang pemanah butuh konsentrasi untuk menempatkan anak panah ke sasaran.

Memanah ini sangat populer di Inggris pada tahun 1600an. Setidaknya, Inggris yang memprakarsai adanya olahraga memanah. Kemudian di tahun 1673, sebuah turnamen pertama kali diadakan. Turnamen ini diselenggarakan di Yorkshire, Inggris.
Walaupun begitu, pemerintah di masa tersebut belum membentuk sebuah wadah bagi atlet-atletnya. Baru di tahun 1760, organisasi panahan dibentuk di Inggris.

Dari pembentukan organisasi ini, olahraga panahan diselenggarakan di tiap tahunnya.
Turnamen ini masih di kisaran kawasan Inggris. Dunia masih belum membuat sebuah federasi yang membawahi seni memanah tersebut. Selang beberapa puluh tahun, federasi panahan international baru dibentuk. Tepatnya di tahun 1931.

Federasi inilah yang mengatur keseluruhan cabang panahan. Mulai dari membuat keputusan, aturan main, dan kompetisi. Akhirnya, sampai di Indonesia yang notabenenya juga punya pemuda yang potensial dalam seni memanah.

Masuknya Cabang Olahraga Memanah di Indonesia

Panahan bukanlah hal baru di setiap negara. Panah telah lama, dijadikan sebagai peralatan berburu ataupun perang. Sebagian peralatan perang ini masih tersimpan rapi di museum negara.

Seiring diterpanya kemodernan, panah tidak lagi dijadikan senjata perang. Melainkan hanya ditinggalkan begitu saja. Tapi setelah panahan ini menjadi cabang yang diperlombakan, masyarakat mulai menggelutinya.
Di Indonesia sendiri, organisasi resmi yang membawahi seni memanah ini baru dibentuk pada tahun 1953. Organisasi ini dinamakan dengan sebutan Perpani atau Persatuan Panahan Indonesia.

Pembentukan ini diresmikan oleh Sri Paku Alam VIII di Yogyakarta. Praktis setelah diresmikan, sejumlah masyarakat yang menyukai seni memanah langsung turut ambil bagian. Dan ini berlangsung sampai saat ini.

Setelah pembentukan ini, kejuaraan panahan dibuat. Tepatnya di tahun 1959 di Surabaya. Ini merupakan kejuaraan panahan nasional.
Namun perlu diingat bahwa panahan ini sebenarnya telah dilombakan tahun 1948 silam. Tepatnya ketika Indonesia menyelenggarakan kompetisi olahraga bertajuk PON pertama kali.

Munculnya panahan sebagai seni tingkat tinggi inilah yang melatarbelakangi munculnya atlet-atlet panahan nasional. Namanya kini diperhitungkan dunia. Karena Indonesia juga sering mengirimkan wakilnya di ajang terbesar di dunia dalam cabang memanah.

Atlet Panahan Legendaris Indonesia

Meskipun Indonesia tergolong baru ambil bagian di cabang memanah, nyatanya nama anak bangsa ini diperhitungkan dunia. Dialah yang dikenal dengan julukan 3 Srikandi.
3 Srikandi ini menjadi atlet panahan wanita yang pernah mengharumkan nama bangsa di kancah International. Bahkan, namanya tetap harum sampai saat ini. Dan mereka kini menjadi inspirator bagi para pemanah wanita di masa sekarang.

3 Srikandi ini adalah Lilis Handayani, Kusuma Wardani, dan Nurfitriyana Saiman. Ketiganya mengikuti panahan di Olimpiade Seoul tahun 1988 di bawah bimbingan pemanah senior Donald Pandiangan.

Dari keikutsertaannya, Srikandi bangsa ini meraih perak dalam olimpiade tersebut. Dan kini, merekalah yang menjadi inspirator bagi pemanah wanita di nusantara.
Sementara untuk atlet putra, tentu saja Donald Pandiangan yang lahir di tahun 1945. Dirinya mencatatkan sebagai atlet nasional terbaik dengan prestasi yang sangat gemilang. Dirinya bahkan terkenal dengan sebutan Robin Hood Indonesia. Prestasi yang diukir kala itu adalah menjuarai sea games sebanyak 4 kali.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah panahan yang ada di dunia. Cabang olahraga ini masih sangat populer, dan sampai saat ini atlet-atlet panahan Indonesia banyak yang mengukir prestasi di kancah international.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *