Sejarah Ikan Salai Yang Menjadi Sajian Nikmat Di Sumatera

ikan salai ikan asap

Ikan salai merupakan kuliner yang mudah dijumpai di kawasan Sumatera. Baik itu di Sumbar ataupun Sumsel. Cita rasa ikan dianggap lebih nikmat karena melalui serangkaian proses pengolahan. Wah sepertinya masakan ini lezat ya apalagi jika dinikmati sebelum kamu kursus bahasa inggris. Biar lebih semangat.

Apa itu Belajar Online
Gratis Free Placement Test di EF, lebih detail klik link ini PROMO GRATISBelajar Inggris di EF English First semakin menyenangkan!

Pengolahannya biasanya dilakukan secara tradisional. Yakni dengan menggunakan kayu bakar agar aromanya lebih harum. Kelebihan utama dari ikan ini adalah daya tahannya yang awet. Ikan ini bahkan bisa bertahan sampai berminggu-minggu loh. Tak heran jika masyarakat setempat jarang kekurangan ikan untuk dikonsumsi. Nah, sekarang yuk kita bahas Apa Itu Ikan Salai?

Sejarah Mengenai Ikan Salai

Ikan salai dikenal dengan sebutan ikan asap. Ikan segar diambil, dibersihkan jeroannya, kemudian disalai atau diasapi. Jadilah, ikan asap yang memiliki cita rasa enak dan awet. Nah nama ikan salai sendiri berasal dari proses masaknya yang disalai atau diasap.

Nah katanya, Ikan Salai ini muncul secara tidak sengaja loh. Konon, masyarakat melakukan proses penjemuran daging ikan dengan terik matahari. Sayangnya, terik matahari tidak selalu ada. Sehingga cara yang ditempuh adalah memanaskannya dengan api melalui asapnya.

Proses ini membuat warna ikan menjadi kecoklatan dengan aroma yang khas. Yang menarik, cita rasanya menjadi lebih enak lantaran diasapi. Alhasil, metode pengasapan ini terus dikembangkan sampai hari ini.

Pengasapan ini menjadi solusi utama dikala banyaknya ikan tangkapan di kawasan tersebut. Bila ikan tidak bisa didistribusikan semuanya, dan dikhawatirkan ikan akan membusuk, makanya, ikan-ikan ini kemudian diasapi.

Untuk ikannya sendiri bisa bermacam-macam. Bisa ikan tongkol, tengiri, maupun bandeng. Nah, tapi khusus di kawasan Sumatera Selatan, ikan yang biasanya diasapi adalah ikan patin.

Pengasapan ini diklaim mampu memberikan keawetan pada ikan. Yang terpenting, ikan ini lebih sehat lantaran tidak dikerumuni bakteri. Hasilnya, ikan tetap berada dalam keadaan kering dan tidak mudah membusuk.

Supaya ikan bisa terasapi dengan baik, pembuatnya perlu memilih kayu yang pas. Kayu terbaik untuk pengasapan ikan adalah kayu yang keras. Kemudian memiliki kandungan phenol dan asam tinggi agar unsur tersebut melekat pada ikan dan membuatnya awet serta bercita rasa.

Kelebihan Dan Kekurangan Ikan Salai

Kelebihan Ikan Salai

Kelebihan utamanya tentu saja pada awetnya ikan. Ikan bisa bertahan sampai berminggu-minggu, namun tetap boleh dikonsumsi.

Kelebihan lainnya adalah pembuatnya bisa menambahkan rasa yang diinginkan. Kemudian tekstur lembut yang diharapkan bisa didapatkan dengan mudah. Malahan, warna ikan menjadi lebih mencolok sehingga membuat Anda ingin mencobanya.

Kekurangan Ikan Salai

Kekurangannya adalah kelangsungan bakteri tetap ada. Meskipun kenyataannya pengasapan diharapkan mampu menjadi efek penghambat bakteri.

Selain itu, nilai gizi yang terkandung di dalamnya mulai menurun. Contohnya adalah menurunnya nilai gizi vitamin dan protein. Ini terjadi lantaran ikan dibakar terlalu lama, dan ikan dibiarkan selama beberapa minggu. Artinya, kamu hanya akan mengkonsumsi ikan dalam keadaan tidak segar.

Proses Pengolahan Ikan Salai

Ikan menjadi ikan asap setelah melewati serangkaian proses pengolahan yang cukup lama. Pengolahannya kadang memakan waktu 2 hari. Namun ada juga yang hanya sampai beberapa jam. Tergantung metode pengasapan yang digunakan.

Untuk membuat ikan salai khas Sumatera Selatan ini, dibutuhkan 3 tahapan. Pertama adalah penggaraman, pengeringan dan pengasapan.

Penggaraman

Ikan pertama kali dipilih sesuai ukurannya. Kemudian isi perut dan insang dibuang. Ini dilakukan agar ikan benar-benar kering.

Setelah itu, ikan digarami. Penggaraman dilakukan secara merata pada tubuh ikan. Baru kemudian ikan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.

Pengeringan

Untuk proses pengeringannya, ikan digantungkan dengan kawat. Bagian kepala posisinya di bawah. Tujuannya agar ikan tidak mengambang atau melengkung, dan ikan menjadi sangat kering.

Pengasapan

Pengasapan ini dilakukan dengan api yang besar. Namun bukan dengan cara dibakar langsung. Tetapi di dekatkan supaya ikan matang dan berwarna kecoklatan.

Metode Pengasapan Ikan Salai

ikan salai kuliner khas
Image Source: pixabay[dot]com
Ada beberapa metode pengasapan yang dikenal oleh masyarakat. Diantaranya adalah pengasapan dingin dan pengasapan panas.

Pengasapan Dingin

Pengasapan dingin adalah mengasapi ikan dari kejauhan. Artinya, posisi ikan letaknya cukup jauh dari api. Besarnya api sekitar 40-500 derajat celcius. Ikan benar-benar diasapi, namun letaknya cukup jauh dari tempat pembakaran.
Pengasapan model ini memakan waktu lebih lama. Normalnya, pengasapan jenis ini memakan waktu kurang lebih 2 mingguan.

Pengasapan Panas

Sementara pengasapan panas adalah meletakkan ikan yang sudah digarami dan dikeringkan cukup dekat dengan sumber asap. Suhu panasnya sekitar 70-1000 derajat celcius.

Pengasapan model kedua ini relatif singkat. Ikan sudah boleh diangkat setelah diasapi kurang lebih 2-4 jam.

Yang perlu kamu perhatikan adalah warna ikan. Jika warnanya telah menjadi coklat, berarti ikan sudah siap untuk diangkat. Makanya, perhatikan secara seksama ya agar ikan ini layak dikonsumsi dan keawetannya terjaga.

Nah itu dia ulasan mengenai sejarah ikan asap Sumatera Selatan. Kamu bisa mengolah kembali ikan ini sebelum menghidangkannya bersama dengan nasi. Jadi, tertarik untuk menikmati Ikan Salai?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *