Sate Pariaman, Kuliner Kebanggan Nusantara Yang Rasanya Nendang Banget!

Posted on

Daftar Isi Lebih Detail

Sate Pariaman merupakan varian dari sate padang. Sate ini memiliki bentuk yang mirip dengan sate pada umumnya. Cuma penambahan kuah di dalam hal penyajiannya membuat sate ini lebih unik.

Kekhasan masakan memang akan tersaji bila bicara mengenai Indonesia. Indonesia terdiri dari pulau-pulau. Ini berarti jika ada banyak keragaman yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah keragaman dari masakan.

Dan benar sekali. Keragaman masakan khas nusantara ini memang terwujud dari banyaknya jenis masakan enak khas sebuah daerah. Contohnya ada di kawasan Padang. Di sini, aneka jenis masakan khas tersedia, mulai dari sate pariaman, rendang, ayam pop dan lain sebagainya.

Keragaman makanan ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki keberagaman kuliner yang tinggi, selain kuliner Indonesia juga dikenal memiliki banyak bahasa daerah, serta penggunaan bahasa Inggris yang sudah mulai populer, tak heran banyak bermunculan tempat kursus bahasa Inggris untuk mengakomodasinya.

Keragaman ini menjadi pelengkap masakan di Indonesia. Ini menjadi kebanggan tersendiri bagi bangsa. Dan hal ini perlu dijaga sampai kapanpun.

Sekilas Mengenai Sate Pariaman

sate pariaman
hipwee.com

Kalau di tanah Jawa, Anda bakalan menemukan sate dengan penampilan biasa. Daging kambing diiris-iris, ditusuk dengan tusuk sate. Kemudian dibakar saat itu juga dengan berbagai sapuan bumbu. Setelah itu, sate bisa langsung dihidangkan.

Ini berbeda dengan sate pariaman. Sate ini memiliki kekhasan sendiri dibandingkan sate pada umumnya. Contohnya berbeda dengan sate Madura maupun sate di jawa.

Kekhasan dari sate asli pariaman ini adalah pada cara penyajiannya. Sate ini disajikan dengan kuah kental. Sate ini akan lebih berasa nendang di lidah ketika kuah tersebut bercita khas pedas.

Kuah ini dibuat dari tepung beras. Warnanya bisa berbeda-beda sesuai dengan rempah-rempah yang digunakan. Rempah-rempah yang dimanfaatkan cukuplah banyak, diantaranya adalah jinten, kunyit, ketumbar dan lain-lain.

Biasanya warnanya agak kuning mencirikan warna khas kunyit. Namun ada juga yang berwarna merah karena memang didalamnya diberikan banyak cabe merah keriting. Warna khas kuah ini berbeda tergantung lokasi dari sate tersebut.

Setidaknya ada beberapa variasi dari sate tersebut. Pertama adalah sate padang panjang. Ciri khasnya adalah kuah kental yang menemani sate tersebut lebih berwarna kuning. Sementara sate pariaman sendiri memiliki ciri khas pada warna kuah yang berwarna merah.

Mengenai bahan baku sate. Daging yang digunakan untuk membuat sate ini berbeda dari sate pada umumnya. Daging yang biasanya dimanfaatkan untuk membuat sate adalah daging sapi ataupun kerbau.

Kemudian bagian daging yang digunakan lebih bervariasi. Terkadang, Anda juga akan menemukan bagian lidah, jeroan dan lain sebagainya dalam satu porsi sate tersebut. Tentunya, pelengkap utamanya adalah kuah kental tersebut.

Asal Usul Sate Pariaman

sate pariaman
cloudfront.net

Menurut beberapa informasi yang kami dapat di internet, Sate Pariaman ini memiliki sejarah cukup simpel. Meskipun begitu, bukan berarti sejarahnya terbentuk dalam waktu yang singkat. Ini yang harus diluruskan.

Sejarah bermula dari keberadaan sate ini yang ada di Padang Panjang. Ini merupakan tempat awal dimana banyak masyarakatnya mulai memanfaatkan sate. Kemudian, para pemuda dan para peziarah banyak datang di Pariaman untuk belajar ngaji.

Dari sinilah kemudian kuliner khas tersebut ikut terbawa. Awalnya sate padang panjang kemudian menuju Pariaman. Tentunya, bentukan sate dan kuahnya hampir sama. Yang beda adalah penambahan bumbu-bumbunya yang sedikit membedakan dengan sate di awal kemunculannya.

Proses Pembuatan Sate Pariaman

sate pariaman
blogspot.com

Proses pembuatan sate ini cukup memakan waktu yang lama. Berbeda dengan pembuatan sate pada umumnya yang hanya tinggal menyortir daging. Setelah itu, daging mentah dibumbui dan dibakar saat itu juga.

Untuk sate pariaman ini sendiri beda jauh dengan cara tersebut. Pertama kalinya, daging hewan dipilih untuk memastikan bagus tidaknya daging. Bagian daging yang digunakan juga lebih bervariasi.

Kedua kalinya adalah tahap pemotongan daging menjadi ukuran yang agak kecil. Kemudian masuk tahap penggodokan/perebusan. Daging tersebut direbus selama dua kali agar dagingnya lebih lunak.

Langkah ketiga adalah mengangkat daging yang telah direbus. Sementara air rebusannya masih akan dimanfaatkan untuk membuat kaldu. Dagingnya kemudian diiris-iris kecil, dibumbui dengan sejumlah rempah-rempah pilihan.

Daging yang telah dilumuri bumbu tersebut kemudian dibakar. Pembakaran daging ini seperti biasanya. Anda bisa menggunakan arang dari tempurung kelapa atau bahan bakar lainnya. Yang pasti, bakar sate sesuai selera.

Kemudian langkah selanjutnya adalah membuat kaldu. Kaldu ini dibuat dari air rebusan daging yang dimanfaatkan tadi. Air rebusan tersebut kemudian diberi bumbu-bumbu halus, kemudian direbus kembali menjadi semacam kuah yang kental.

Setelah semuanya selesai, Anda bisa menyajikannya sebagai hidangan lezat. Dimulai dengan mengangkat sate dalam sebuah piring, kemudian melumurinya dengan kuah kental yang dibuat tadi.

Untuk melengkapi penyajian sate khas pariaman ini, Anda bisa menambahkan kerupuk. Atau bisa juga dengan menambahkan nasi dan lain sebagainya. Anda bisa menikmatinya dengan keluarga.

Nah, bila Anda ingin menikmati sate dengan cita rasa berbeda, maka pilihan tepat adalah menikmati Sate Pariaman ini. Sate dibakar dalam keadaan telah matang, kemudian disajikan dengan kuah kental yang pastinya menggugah selera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *