Peraturan Di Dalam Perlombaan Panahan Yang Wajib Anda Ketahui!

lomba panahan

Panahan merupakan cabang olahraga yang cukup diperhitungkan di tanah air. Cabang olahraga ini sudah diperlombakan puluhan tahun yang lalu. Dan Indonesia pernah memiliki atlet legendaris yang dikenal oleh masyarakat luas berkat prestasi gemilang dari turnamen yang diikutinya.

Apa itu Belajar Online

Sebut saja Donald Pandiangan yang dikenal sebagai Robin Hoodnya Indonesia. Kemudian 3 Srikandi yang mampu meraih medali perak pada ajang olimpiade di tahun 1988 silam.

Sejauh ini, banyak sekali pemanah tanah air yang potensial. Kemampuan teknis dan konsentrasinya sangat baik. Mereka inilah yang diharapkan bisa mengharumkan nama bangsa di era modern ini.

Perhelatan cabang olahraga besar di dunia ini terus dilombakan. Dan ini adalah ajang dimana para atlet mempertontonkan kemampuannya. Lalu, seperti apakah aturan permainan dalam panahan ini?

Kostum Pemanah

Setiap atlet pemanah diharuskan untuk menggunakan kostum khusus ketika mengikuti perlombaan. Kostum ini setidaknya menjelaskan siapa dirinya. Dan kostum juga dijadikan sebagai alat pendukung penampilan dari seorang pemanah.

Di dalam pemilihan kostum, federasi panahan internasional juga memberlakukan aturan. Dan aturan ini wajib diindahkan. Seperti apa peraturannya?

Pertama, pakaian yang dikenakan oleh pemanah wajib berbahan ketat. Karakter ini diharapkan bisa membuat pemanah lebih nyaman dan aman manakala menggunakan peralatan pemanah. Dan bentuknya sekilas mirip dengan pakaian olahraga lainnya.

Kedua, kostum yang dikenakan wajib didesain dengan tempat penyimpanan anak panah. Tempatnya perlu diikatkan pada pinggang si pemanah. Tujuan dari aturan ini tak lain untuk membuat tali busur agar tidak bergesekan dengan anak panah.

Ketiga, kostum yang dikenakan nantinya harus disematkan sebuah nomor di bagian punggung. Terutama ketika akan memulai pertandingan. Tujuan dari penyematan angka ini adalah untuk menjelaskan target anak panah yang bakalan dilepaskan ke titik bidang panahan.

Sistem Perhitungan Poin Dari Kompetisi Memanah

Cabang memanah ini memiliki aturan sendiri dalam hal perhitungan poin. Perhitungan poin ini didasarkan oleh beberapa hal berikut ini.

  • Pemanah akan mendapatkan poin bilamana anak panahnya mampu menancap pada papan sasaran
  • Angka akan lebih tinggi jika anak panah bisa menancap pada garis pemisah dari dua kolom di papan sasaran (menancap tepat di garis)
  • Setiap pemanah wajib menyebutkan nilai yang didapatkan dari hasil setiap melepaskan anak panahnya
  • Pencatatan nilai baru akan dilakukan ketika pemanah melepaskan tembakan sebanyak 3 kali
  • Pemanah tidak akan memperoleh angka bila anak panah terpental dari papan sasaran, mengenai anak panah lain, ataupun menembus papan sasaran
  • Nilai dari pemanah akan sama bila anak panah yang ditembakkan mampu mengenai target anak panah lainnya
  • Nilai tidak didapatkan bila anak panah menancap ke papan sasaran dari hasil pantulan tanah

Aturan Lain Yang Wajib Diindahkan Oleh Pemanah

Atlet panahan memang harus teliti manakala ingin mengikuti sebuah kompetisi memanah. Sejumlah peraturan wajib ditaati agar dirinya tidak dianggap menyalahi aturan. Jika menyalahi aturan, bisa saja pemanah akan dianggap gagal seketika.

Ada beberapa hal yang harusnya menjadi perhatian dari setiap pemanah. Salah satunya adalah tidak boleh menyentuh papan sasaran setelah pemanah melepaskan tembakan ke target. Baik itu disengaja ataupun tidak.

Selain peraturan di dalam pertandingan tersebut, masih ada hal yang harus diperhatikan. Tentunya aturan ini digunakan untuk menjaga keselamatan dirinya sekaligus orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Pemanah tidak diperkenankan untuk menarik busur dan melepaskannya ketika tidak ada anak panahnya
  • Pemanah dilarang menembakkan anak panah ke udara
  • Pemanah dilarang menggunakan anak panah yang rusak
  • Pemanah diminta untuk mengutamakan keselamatan sendiri dan orang lain ketika memanah

Beberapa Ronde Dalam Cabang Panahan

target panahan

Di dalam cabang panahan, kompetisi diadakan dengan mengacu pada jenis alat yang digunakan. Jika dilihat dari peralatan yang digunakan oleh pemanah, maka rondenya adalah sebagai berikut ini.

Ronde Tradisional
Ronde ini mengedepankan pada posisi pemanah yang menembak dengan cara duduk. Posisi ini dianggap ketinggalan jaman. Dan ronde ini sudah jarang diperlombakan.

Ronde Fita Curve
Ronde ini merupakan bagian dari cabang panahan yang hanya menggunakan peralatan menembak dari Korea dan Amerika. Peralatan ini merupakan peralatan menembak yang berstandar internasional. Berat dari alat ini sekitar 5 kg. Biasanya, pemanah yang menggunakan alat ini bisa mengikuti perlombaan dengan jarak lomba antara 30-90 meteran.

Ronde Fita Compound
Peralatan ini hampir sama dengan bahan yang digunakan untuk membuat recuve. Bedanya ada pada penyematan roda yang terdapat di sisi-sisi busur. Ketika pemanah menariknya, angka nol akan didapatkan.
Untuk cabang yang dilombakan dengan alat pemanah ini, jarak yang dilombakan antara 30-90 meteran.

Standar Bow
Standar bow bisa disebut dengan Ronde Fita Nasional. Ini adalah ronde yang hanya ada di Indonesia. Ronde ini cocok sekali untuk diikuti oleh para pemula.

Dalam seni memanah jenis ini, jarak yang dilombakan adalah 30, 40, sampai 50 meteran. Ini jelas lebih ringan dibandingkan dengan ronde yang lainnya.

Di dalam sebuah perlombaan, seorang pemanah bisa mengikuti kompetisi sesuai jenis peralatan yang digunakan. Kemudian, pemanah juga bisa mengikuti keseluruhan bagian dari cabang panahan yang diperlombakan.

Toh, ada cabang panahan jarak dekat maupun jarak jauh. Dan cabang ini bisa dilakukan secara perorangan atau kelompok. Tergantung pada kompetisi yang diselenggarakan oleh penyelenggara.

Demikianlah beberapa aturan dalam lomba memanah. Jika Anda tertarik dengan seni memanah, Anda bisa mulai berlatih dan sesekali menjajal kompetisi standar bow terlebih dahulu. Baru kemudian ikut berpartisipasi di event terbesar panahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *