Mengenal Kuliner Khas Asam Pedas Dari Sumatera Barat

rendang minang

Sejarah asam pedas memang sulit untuk ditelusuri. Hal ini disebabkan oleh persebaran kuliner di masa lampau. Namun ciri khas dari kuliner ini bisa dipahami, terutama yang berasal dari Sumatera Barat. Kekhasan kuliner Sumatera Barat ini cukup kental. Contohnya adalah cita rasa pedas yang menggugah selera. Cita rasa ini banyak peminatnya. Bukan hanya masyarakat setempat, tetapi juga masyarakat luar sumbar ini. Saking banyak peminatnya, masyarakat setempat banyak yang berusaha untuk belajar bahasa inggris agar tidak kesusahan menghadapi tamu dari mancanegara.

Mau Jago Bahasa Inggris? Klik dan dapatkan Promo Diskon Hemat 2,3 Juta di EF Go Global 2019 untuk Kursus/Les Bahasa Inggris di EF English First. Belajar Bahasa Inggris makin seru, hanya di EF!

Satu contoh jenis kuliner yang memiliki cita rasa tersebut adalah Asam Pedas. Nah Apa Itu Asam Pedas dan seperti apa kuliner tersebut? Mari simak ulasannya berikut ini!

Sekilas Mengenai Kuliner Asam Pedas Sumatera Barat

Asam pedas menjadi andalan masakan di Sumatera Barat. Tepatnya sajian khusus untuk suku minang. Sajian ini dikenal juga dengan sebutan asam padeh. Hidangan ini memiliki kekhasan rasa, membuat penikmatnya sulit untuk melupakannya.
Dilihat dari sejarahnya, suku minangkabau termasuk suku yang berpindah-pindah di masa lampau. Suku tersebut melakukan migrasi ke belahan dataran Asia. Dan ini terlihat sampai sekarang ini.

Penyebarannya menyebabkan apa yang dibawanya semakin populer. Bukan hanya budayanya, namun sajian yang dibawanya juga terangkat. Meskipun awalnya sajian ini hanya untuk mengenyangkan perut saja.

Contohnya adalah Asem pedas/padeh. Asam padeh sendiri merupakan makanan khas suku Minangkabau. Namun begitu, sajian ini juga banyak ditemukan di kawasan lain. Misalnya biss ditemui di Riau, Jambi, bahkan sampai semenanjung Malaya.
Cita rasanya paling dominan adalah pedas dan asam. Meskipun begitu, penyajian masakan ini berbeda-beda. Tentunya bila dilihat dari daerah mana yang menyajikannya. Jadi, di Minang sajian ini berbeda cara penyajiannya dengan di Riau atau kawasan di semenanjung Malaya.

Sajian khas ini dibuat dari bahan dasar ikan. Ikan kemudian dibumbui dengan beragam bumbu, terutama memanfaatkan bumbu yang ekstra pedas dan asam. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan tongkol, tuna, kakap, cumi-cumi sampai gurame.
Di Riau, masakan ini disajikan dengan ikan patin ataupun ikan gabus. Sementara di Aceh, pemanfaatan ikan tongkol/Keueng sangatlah biasa. Dan biasanya, sajian ini tidak dinikmati dengan sayuran.

Sementara untuk asam padeh khas Minangkabau biasanya menggunakan sayuran. Tentunya sebagai pelengkap sajian. Sayuran yang digunakan adalah kacang panjang dan kentang.

Untuk warnanya sendiri lebih kemerahan. Ini menandakan jika sajian lebih pedas. Bahkan sajian tersebut dibuat dengan kuah yang begitu kental. Ini yang membedakannya dengan sajian pedas lainnya.

Kekentalan kuah ini tak lain disebabkan oleh bumbu-bumbu yang digunakan. Bumbu utamanya adalah cabe dan asam jawa. Selain itu, rempah-rempah pilihan dimasukkan untuk memberikan kekhasan sebuah masakan.
Bumbu pedas dan rempah-rempah ini dipadukan dengan benar. Menciptakan kekhasan rasa yan pedas, dan beraroma harum. Tak mengherankan jika banyak pengunjung suka menikmati sajian khas ini.

Nilai Gizi Dari Asam Pedas/Padeh

Bicara mengenai gizi dari masakan, sajian asam pedas ini tak kalah bergizi dibandingkan sajian lainnya. Pasalnya, masakan ini menggunakan bahan-bahan seperti ikan dan sayuran. Tentunya bahan utama ini syarat akan nilai gizi tinggi.
Ikan sendiri punya kandungan protein maupun lemak. Protein tersebut sangat dibutuhkan untuk tubuh. Terutama untuk pembentukan otot.

Sementara sayuran lebih memberikan kandungan gizi lebih sempurna. Diantaranya adalah berupa vitamin, serat ataupun nutrisi penting lainnya.
Lengkapnya gizi yang terdapat di dalam sajian ini membuat makanan tersebut layak untuk dikonsumsi. Tentunya mampu menjaga kesehatan. Makanya, tidak salah bila Anda mencicipinya.

Meskipun begitu, ada kecenderungan rasa pedas yang tidak bisa diberikan pada orang-orang tertentu. Contohnya adalah orang yang memiliki riwayat sakit maag. Makanan ekstra pedas bisa mempengaruhi lambung, dan bisa membuat sakitnya lebih parah.

Cara Membuat Asam Padeh

Menikmati langsung di tempatnya memang sangat menarik. Namun tidak banyak orang yang punya kesempatan tersebut. Untuk mengakalinya, ada baiknya membuatnya sendiri.

Untuk membuatnya, siapkan bahan-bahan utamanya. Bahan utama yang dibutuhkan antara lain ikan tongkol (500 gram), 1000 ml air, batang serai dikeprek, 1 lembar daun kunyit, daun jeruk secukupnya, daun salam, asam kandis kecil, garam dan tomat.
Sementara itu siapkan juga bumbu yang perlu dihaluskan. Bumbunya antara lain cabe merah sesuai kebutuhan, 6 butir bawang merah, 2 butir bawang putih, 3 butir kemiri, 1 ruas lengkuas, dan setengah ruas jahe.

Pertama kali, lumuri ikan dengan garam dan air jeruk nipis. Kedua kalinya didihkan air serta masukkan bumbu yang sudah dihaluskan. Masukkan daun salam, daun jeruk, serta daun kunyit setelah air mendidih.
Ketiga kalinya, masukkan ikan ke dalam air mendidih tersebut. Kemudian masukkan asam dan masak sampai ikannya matang dan empuk. Terakhir, sajikan di atas mangkuk.

Akhirnya, jika Anda ingin membuat sajian khas Minangkabau Sumatera Barat, tambahkan sayuran kedalamnya. Maka, jadilah sajian tersebut asam pedas yang begitu nikmat.

2 Replies to “Mengenal Kuliner Khas Asam Pedas Dari Sumatera Barat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *