Dendeng Batokok, Sensasi Makanan Pedas Khas Nusantara!

Dendeng Batokok khas Bukittinggi

Dendeng Batokok sebenarnya sama dengan dendeng pada umumnya. Yang membuat dendeng ini berbeda adalah cara pengolahannya, juga bumbu yang digunakan. Bumbu yang banyak digunakan adalah cabe sehingga memiliki rasa ekstra pedas. Bagi kamu yang ingin menikmati keseruan rasa Dendeng Batokok asli, kamu bisa datang langsung di tanah Minang, salah satunya adalah daerah Bukittinggi. Jangan lupa juga untuk mempromosikan kuliner ini ke mancanegara ya, kalau bingung gimana promosinya, yuk kursus bahasa inggris dulu biar komunikasi kamu makin mudah.

Klik Link Temukan Cara Belajar Bahasa ▶ 🇬🇧 Inggrisdan Fun Learning English Terbaik di Indonesia hanya di EF!

Nikmatnya makanan ini memang tidak bisa diragukan lagi. Dagingnya yang sangat lembut, menambah poin lebih dibandingkan dendeng lainnya. Nah, ngomong-ngomong, kenapa bisa ya namanya Dendeng Batokok? Apa Itu Dendeng Batokok? Kalau penasaran, yuk simak sejarahnya berikut ini.

Sejarah Dendeng Batokok

Dendeng ini adalah jenis makanan yang dibuat dari daging. Daging yang biasa digunakan adalah daging sapi. Namun tak jarang daging kambing atau semacamnya juga bisa digunakan. Hanya saja, daging sapilah yang memberikan cita rasa terbaik.

Jenis dendeng ini banyak sekali. Diantaranya adalah dendeng balado dan Dendeng Batokok ini. Jenis dendeng ini juga mudah ditemukan dimana saja bahkan di hampir seluruh rumah makan di Indonesia. Khusus untuk Batokok, dendeng ini paling mudah ditemukan di kawasan aslinya, yaitu di Bukittinggi.

Sejarah Dendeng Batokok ini juga diawali dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Penamaannya berasal dari cara pengolahan yang dipukul atau disebut tokok dalam bahasa minang. Jadi, saat mengolah daging sapi, dagingnya akan dipukul terlebih dahulu menggunakan cobek. Tujuannya adalah supaya daging menjadi lebih lembut dan mudah menyerap bumbu.

Sebelum dipukul, daging diiris tipis dengan ukuran sekitar 1-2 cm. Daging yang telah diiris kemudian dipukul-pukul supaya seratnya pecah dan agar daging menjadi lebih lebar.

dendeng batokok dari bukittinggi

Dengan seratnya terpecah, bumbu bisa mudah meresap. Setelah itu, daging yang telah dibumbui bisa dibakar atau digoreng. Baru kemudian dibuatkan sebuah sambal yang biasanya menggunakan cabe hijau.

Kamu bisa menikmatinya saat dengdeng sudah dilumuri sambalnya. Biasanya, Dendeng Batokok dikonsumsi masyarakat sebagai makanan sehari-hari. Bisa juga dijadikan bekal untuk bepergian, yang pastinya akan mengenyangkan perut.

Nah, untuk pemilihan dagingnya sendiri, daging bagian paha atau dekat ekor adalah yang biasanya dipilih. Kenapa? Karena bagian daging tersebut memberikan rasa lebih nikmat dibanding bagian lain. Tak heran jika banyak orang yang ketagihan setelah mencoba dendeng khas Sumatera Barat ini.

Tapi jika kamu merasa kesulitan untuk mendapat bagian daging tersebut, kamu tetap bisa menggunakan bagian daging lainnya. Karena yang paling utama, adalah bagaimana kamu mengolah daging dengan benar. Dimulai dengan mengolah daging agar menjadi lebih empuk, hingga membuat sambal sebagai pelengkap rasa.

Cara Membuat Dendeng Batokok

Ada tahapan khusus ketika mengolah Dendeng Batokok ini. Pertama adalah membuat daging sapi agar lebih empuk. Dan kedua adalah membuat sambal sebagai pelengkap sajian. Sambal inilah yang nantinya akan membuat dendeng lebih khas.
Penasaran dengan rasanya? Coba deh untuk kuliner langsung di kota asalnya. Tapi kalau kamu tidak memiliki kesempatan untuk datang langsung, kamu juga bisa membuatnya sendiri loh. Bagi kamu yang ingin membuatnya sendiri, berikut adalah langkah-langkah membuat Dendeng Batokok:

Bahan utama Dendeng Batokok

Bahan utama yang perlu dipersiapkan tentunya daging sapi. Pilihlah bagian paha atau daging yang dekat dengan ekor. Jangan lupa, sediakan juga air, garam, jeruk nipis perasan, serta minyak goreng.

Bumbu utama Dendeng Batokok

Untuk bumbunya sendiri terbagi menjadi dua, yaitu bumbu untuk rendaman serta bumbu untuk diolah bersama daging. Untuk bumbu utama yang akan digunakan sebagai pelengkap adalah tomat, garam, cuka, merica, cabe merah/hijau 10 buah, bawang merah 8 buah dan bawang putih 6 buah.

Sedangkan untuk bumbu rendamannya adalah merica, garam, bawang putih yang dihaluskan dan perasan jeruk nipis. Bumbu tersebut dibuat secara terpisah ya.

Cara memasak Dendeng Batokok

Setelah semua bahan dan bumbunya siap, mari lanjut pada tahap pembuatannya. Untuk tahapan pertama adalah :

Rebus Daging Olahan Dendeng Batokok

Merebus daging sapi supaya lebih empuk. Angkat dan tiriskan.

Iris Tipis Daging dan Pukul diatas Cobek

Langkah kedua adalah mengiris tipis dan memukulnya di atas cobek. Baru setelahnya masukkan daging tersebut ke dalam bumbu rendaman. Bumbu rendaman ini bisa dicampur dengan air secukupnya. Tunggulah beberapa menit sampai bumbu benar-benar meresap. Jika bumbu sudah dirasa meresap, lanjutkan proses masak ke langkah ketiga.

Sambel cabe hijau untuk dendeng batakok

Angkat Daging dan Goreng Sampai  Kering

Langkah ketiga adalah mengangkat daging yang sudah diresapi bumbu. Kemudian goreng sampai kering menggunakan minyak. Jika tidak ini digoreng, bisa juga gunakan pemanggang atau menjemurnya di terik matahari supaya lebih kering. Normalnya, daging sebenarnya sudah matang lantaran direbus pertama kali. Penggorengan atau penjemuran hanya dipakai untuk mengeringkan daging. Persis seperti saat kamu membuat dendeng-dendeng lainnya.

Proses Pembuatan Sambal Dendeng Batokok

Langkah keempat adalah membuat sambal. Sambal ini dibuat dari bumbu utama. Yakni dengan menghaluskan bawang merah, bawang putih, cabe dan tomat. Setelah dihaluskan, tumis campuran bumbu tersebut dan masukkan merica, garam dan cuka kedalamnya. Masak sampai berbau harum.

Lumuri Daging Kering dengan Sambal

Langkah kelima adalah melumuri daging kering yang sudah diolah dengan sambal tersebut. Sajikan di atas piring dan nikmati dengan nasi.

Jika kamu seneng banget rasa pedas, bisa tambahkan jumlah cabe dalam sambalnya. Akhirnya, Dendeng Batokok ini siap dinikmati bersama keluarga ataupun teman-teman kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *