Bubur Kampiun! Menu Sarapan Khas Bumi Minangkabau

Salah satu menu sarapan yang wajib Anda coba adalah bubur Kampiun. Hidangan kaya rasa yang bisa membuat lidah Anda menari-nari lantaran sensasi kelezatan dari bubur yang satu ini.

Pada saat Anda menginjakkan kaki di bumi Minangkabau, tidak ada salahnya untuk mencicipi salah satu makanan khas dari sana yang bernama bubur Kampiun. Namanya yang terdengar unik dan membuat penasaran ternyata sebanding dengan rasa yang ditawarkan oleh bubur ini. Selain mencicipi kuliner, tidak ada salahnya anda belajar bahasa Padang yang terkenal unik.

Gratis Free Placement Test di EF, lebih detail klik link ini PROMO GRATISBelajar Inggris di EF English First semakin menyenangkan!

Apa itu Bubur Kampiun? Bubur yang satu ini dijamin dapat menggugah selera Anda. Dan bubur Kampiun ini merupakan salah satu jenis kuliner khas dari wilayah Minagkabau Daratan (Darek), tepatnya berasal dari daerah Bukittinggi.

Asal-usul Nama dari Bubur Kampiun

bubur kampiun
Image Source: bayuwinata.files.wordpress.com

Ternyata penamaan dari bubur kampun ini tidak datang begitu saja, namun ada situasi yang menginspirasinya. Tepatnya pada awal tahun 1960-an, paska perang Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang terjadi pada tahun 1958-1961, membuat banyak masyarakat yang mengalami trauma.

Untuk menghilangkan trauma serta mengembalikan keadaan atau suasana ke kondisi yang semula, maka para Ninik-Mamak atau Tokoh Adat dan Masyarakat desa Jambuair-Banuhampu, Bukittinggi ini mengadakan beberapa perlombaan.

Beberapa perlombaannya antara lain adalah lomba layang-layang, main kim, sepak bola, lomba kreasi membuat pecel dan juga lomba kreasi membuat bubur. Pada waktu itu perlombaan diikuti oleh berbagai laposan masyarakat baik tua-muda. laki-laki, perempuan, anak-anak, dan bahkan kakek-nenek juga ikut berpartisipasi.

Nah pada saat perlombaan membuat bubur, bermacam-macam kreasi yang bisa diciptakan oleh para peserta lomba. Dari bubur yang ditambahkan dengan cokelat, keju, dan lain sebagainya.

Pada saat itu, ada nenek yang bernama Ami Zona terlambat datang di lokasi perlombaan dan sama sekali tidak ada persiapan apa-apa sebelumnya. Jadi nenek Ami Zona ini hanya memasukkan bubur-bubur yang tadi pagi tidak habis dijualnya ke dalam beberapa mangkok untuk diberikan kepada para dewan juri.

Dan pada saat pengumuman pemenang lomba yang dilakukan oleh pembawa acara, tidak didiga-duga ternyata nenek Ami Zona yang menjadi pemenang dalam lomba kreasi membuat bubur tadi.

Dan lucunya, pada saat nenek Ami Zona ditanya apa nama dari bubur kreasinya tadi, si nenek sontak dengan bangga mengatakan Bubua Kampiun. Dari kejadian itulah sampai sekarang bubur tersebut diberi nama Bubur Kampiun atau bubur sang juara.

Komposisi Dari Bubur Kampiun

Image Source: img-global.cpcdn.com

Sebenarnya, bubur Kampiun ini terdiri dari campuran beberapa komponen jenis bubur yang berpadu sehingga mampu menghasilkan cita rasa yang manis dan juga lembut. Umumnya komposisi dari bubur ini terdiri dari ketan putih yang dikukus, bubur sumsum atau bubur putih, bubur ketan hitam, kolak pisang atau ubi, bubur kacang hijau atau kacang padi dan juga bubur candil atau conde.

Namun di beberapa daerah, bubur Kampiun ini sudah ada yang dimodifikasi, contohnya seperti lupis ketan putih sebagai pengganti dari ketan atau juga bubur delima sebagai pengganti dari bubur conde.

Dikarenakan teknik pengerjaannya yang lumayan sulit, banyak pula para pedagang bubur Kampiun yang tidak menambahkan bubur conde dalam komposisi dari bubur Kampiun yang dibuatnya.

Umumnya, para pedagang dari bubur Kampiun ini mulai memasak berbagai campuran dari bubur sejak dini hari. Dan semua bahan ini dimasak secara bersamaan pada panci yang berbeda-beda.

Untuk membuat bubur Kampiun yang komplit, setidaknya dibutuhkan enam jenis bahan yang yang kemudian dimasak di dalam enam panci di atas enam tangku dan dimasak secara bersamaan.

Bisa dikatakan mempersiapkan semua komponen dari bubur Kampiun ini dituntut memiliki keterampilan yang khusus. Setidaknya keterampilan untuk mengatur waktu pada saat keenam jenis bahan tadi dimasak secara bersamaan.

Proses pemasakan air, pemotongan bahan-bahannya, pemerasan santan sampai pengadukan ketan hitam dan juga bubur sumsum ini kesemaunya berlangsung secara simultan. Maka dari itu pengalaman bertahun-tahun sangat dibutuhkan pada saat mengolah bubur Kampiun supaya semua bahan dapat diolah sampai siap disajikan.

Namun sayangnya, seiring berjalannya waktu, bubur ini sudah mulai sulit di temukan meskipun di daerah asalnya. Bahannya yang terlalu mahal serta peminatya yang semakin menurun menjadikan banyak yang tidak lagi berjualan bubur Kampiun ini.

Di sisi lain, menu makanan yang satu ini juga membutuhkan keterampilan dan juga pengalaman yang memadahi pada saat proses pembuatannya. Dan sangat disayangkan tidak banyak yang bisa menguasai teknik membuat bubur Kampiun ini.

Meskipun demikian, ada satu keunikan dari bubur Kampiun yang sampai saat ini masih tetap terjaga dan seolah tidak dapat tergantikan. Sebab bubur ini sampai sekarang masih menjadi salah satu sajian khas untuk berbuka puasa di Minangkabau pada saat bulan Ramadhan.

Melihat komposisi dari bubur Kampiun ini sudah dapat membuat semakin penasaran seperti apa rasa dari bubur ini. Maka dari itu jangan lupa mencicipi bubur Kampiun jika ada kesempatan berkunjung di bumi Minangkabau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *