Bubur Kampiun, Hidangan Istimewa Dengan Cita Rasa Manis

bubur kampiun khas sumatera

Pernah coba nikmatnya bubur kampiun? Kalau belum, tenang saja kamu tidak sendirian kok. Karena bubur ini memang jarang ditemukan, bahkan di tempat asalnya, Minangkabau. Jika berkesempatan ke Minangkabau, selain mencicip kuliner yang ada, jangan lupa juga untuk belajar bahasa inggris setempat yang unik dan seru untuk dipelajari.

Klik Link Temukan Cara Belajar Bahasa ▶ 🇬🇧 Inggrisdan Fun Learning English Terbaik di Indonesia hanya di EF!

Langkanya hidangan ini tak lain disebabkan oleh bahan bakunya yang mahal. Hal ini juga diperparah dengan minimnya penikmat. Padahal, kelezatannya tidak dapat diragukan lagi.

Nah, sebenarnya yang sulit dan langka adalah bentuk asli dari bubur ini. Karena sekarang ini, bubur ini telah mengalami banyak inovasi. Khususnya penggunaan bahan yang berbeda untuk menekan biaya pembelian.

Dengan kata lain, kamu sebenarnya masih menjumpainya walaupun dalam bentuk yang berbeda. Walaupun sama-sama punya ciri khas yang manis, tapi kelegitannya bisa dibilang kalah dari versi aslinya. Tapi tenang, masih tetap nikmat dinikmati kok. Nah, sebenarnya Apa Itu Bubur Kampiun? Dan dari mana sih asal usulnya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Asal Usul Bubur Kampiun

Bubur kampiun sering juga disebut Bubua Kampiun. Namanya yang unik, menarik rasa penasaran orang-orang terhadap makanan ini. Bubur ini mencirikan ciri khas kuliner suku Minangkabau yang menyukai hidangan yang sangat manis.
Bubur ini sebenarnya tidak begitu langka. Cuma, penyajiannya memang tidak semirip versi aslinya. Ada variasi bahan yang digunakan sehingga tak heran jika rasanya agak berbeda jika dibandingkan di masa lampau.

Mengenai cikal bakal kemunculannya, sejarah mencatat kalau bubur ini muncul pasca perang Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia yang kira-kira terjadi di tahun 1958-1961. Perang yang terjadi meninggalkan rasa trauma bagi masyarakat Minangkabau. Untuk menghilangkannya, tokoh adat dan masyarakat di desa Jambuair-Banuhampu, Bukittinggi akhirnya berdiskusi bersama.

Untuk menenangkan suasana, para tokoh adat akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah perlombaan khusus. Kegiatan layang-layang, lomba kreasi, sampai lomba kreasi membuat bubur menjadi acara utama dari perlombaan ini.
Perlombaan ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat. Baik itu anak-anak, maupun dewasa dan orang tua, bahkan kakek-kakek maupun nenek-nenek, semuanya ikut dalam perlombaan.

Khusus untuk perlombaan membuat bubur, berbagai resep disjaikan oleh beberapa peserta lomba. Salah satu peserta adalah nenek bernama Amai Zona. Ada yang membuat bubur dengan campuran cokelat, ada juga yang mencampurkan keju didalamnya. Campuran yang unik menghasilkan kreasi bubur yang memiliki rasa manis yang enak.

Khusus untuk nenek Amai Zona, beliau membuat kreasi yang sangat berbeda. Kalau bisa dibilang, ini kreasi kepepet. Pasalnya, beliau datang terlambat ke perlombaan dan tidak sempat menyiapkan segala sesuatunya.

bubur kampiun khas padang
Image source: saribundo[dot]biz
Beliau hanya membuat kreasi seadanya. Bubur-bubur yang tadi paginya tidak habis dijual digunakan dan dicampurkan secara bersamaan. Jadilah bubur campur dalam sebuah mangkuk supaya bisa dicicipi oleh para juri.

Ketika perlombaan hampir usai, pembawa acara mulai mengumumkan pemenang perlombaan. Dan nama yang menjadi pemenang lomba membuat bubur adalah nenek Amai Zona. Pembawa acara lantas menanyakan tentang nama bubur tersebut. Dengan spontan, nenek Amai Zona menamai buburnya dengan nama Bubua Kampiun. Maksud dari Kampiun ini adalah Champion (juara).

Dari perlombaan inilah muncul kreasi baru di dunia sajian bubur. Yakni bubur kampiun yang dianalogikan sebagai buburnya sang juara. Sejak pertama kali diciptakan, nama bubur ini terus melekat di hati dan terkenal sampai saat ini.

Penyajian Bubur Kampiun Di Beberapa Daerah

Bubua kampiun ini sudah menjadi sajian khas dari Sumatera Barat. Pembuatan bubur ini cukup memakan waktu. Bahkan teknik pembuatannya lebih rumit. Hal ini dikarenakan banyak jenis bubur yang akan dimasukkan. Bubur ini dikenal karena campuran aneka bubur didalamnya, yang meliputi ketan putih kukus, bubur ketan hitam, bubur sumsum, bubur kacang hijau, kolak pisang, sampai bubur conde. Kesemua bahan ini disatukan menjadi sajian pengenyang perut, dan tentunya dengan cita rasa yang menggoda.

Dan jangan salah, pembuatannya membutuhkan keterampilan khusus. Tidak semua pembuat bubur bisa menghasilkan cita rasa nikmat dari bubur tersebut. Semua bubur dibuat bersamaan, namun masing-masing dibuat di panci yang berbeda. Tentunya di atas tungku yang berbeda-beda pula. Proses inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi pembuat bubur.

Setelah semuanya selesai dibuat, bubur ini kemudian dicampurkan dalam satu wadah. Alhasil, bubur tersebut memiliki cita rasa yang lebih legit. Karena memang dipadukan dari beberapa jenis bubur.

Dulu, masyarakat setempat menikmatinya untuk menggantikan sarapan pagi. Sampai saat ini, bubur tersebut cukup nikmat dinikmati di pagi hari. Hanya saja, bubur tersebut sudah mengalami inovasi dari pembuatnya. Nah, sajian ini akan mudah dijumpai di bulan Ramadhan. Biasanya disajikan untuk berbuka, karena rasanya manis dan mengenyangkan. Sementara di hari biasanya, bubua ini tidak banyak dibuat oleh masyarakat. Hanya saja, ada beberapa orang yang berusaha menyajikannya sebagai bentuk pelestarian dan kulineran khas di kawasan tersebut.

Jika kamu punya kesempatan untuk berkunjung di Sumatera Barat, jangan lupa untuk menikmati bubur kampiun ini ya. Setidaknya, kamu bisa merasakan nikmatnya sajian khas nusantara yang memiliki cita rasa luar biasa.

One Reply to “Bubur Kampiun, Hidangan Istimewa Dengan Cita Rasa Manis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *