7 Hal Yang Bikin Kamu Kangen Salah Satunya Oleh-Oleh Khas Cirebon Nostalgia dengan Sirup Cap Buah Tjampolay

cirebon

Cirebon ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀​ꦕꦺꦂꦧꦺꦴꦤ꧀ merupakan kota di pesisir utara Pulau Jawa yang menjadi gerbang bagi daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kota Cirebon berlokasi di paling timur Provinsi Jawa Barat berbatasan dengan Jawa Tengah dan berlokasi di antara Indramayu dan Brebes. Dari Jakarta, kita bisa menggunakan tol nonstop dari tol Cikampek, Cipali lalu kemudian turun tol Kanci atau Cirebon. Waktu tempuh dari Jakarta hingga Cirebon kurang lebih 3 jam dengan jarak 200 kilometer dari Jakarta.

Gratis Free Placement Test di EF, lebih detail klik link ini PROMO GRATISBelajar Inggris di EF English First semakin menyenangkan!

Selain kendaraan pribadi, anda juga dapat menggunakan kereta api dengan Cirebon Ekspres maupun kereta lainnya yang singgah di stasiun di Cirebon. Jarak yang tidak terlalu jauh membuat wisatawan dari ibu kota memilih kabupaten Cirebon sebagai tujuan wisata akhir pekan.

Wisata Cirebon bukan hanya meninggalkan warisan peradaban kesultanan yang saat ini dapat terlihat di beberapa objek wisata sejarah seperti di Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon tetapi sejarah Kota ini juga dapat dinikmati dari bangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon yang masih berada dalam kawasan Keraton Kasepuhan. Pintu dari masjid terdiri dari 9 pintu yang menggambarkan jumlah dari jumlah wali. Ya, Cirebon memang erat dengan sejarah para wali yang turut menyebarkan agama Islam sehingga tak heran bila Cirebon juga identik dengan destinasi wisata religi. Selain wisata sejarah yang menarik, Cirebon juga memiliki daya tarik lain yang tidak kalah terkenal yaitu motif batik khas yaitu megamendung yang sepintas mirip dengan lambang akatsuki pada serial animasi naruto.

Beberapa minggu lalu saya dan keluarga singgah di kota ini setelah mengunjungi kampung halaman Ayah di Pemalang, Jawa Tengah. Cirebon kami pilih karena kami penasaran dengan wisata kuliner Cirebon yang cukup terkenal. Kami memutuskan untuk menginap di sebuah hotel di pusat kota sehingga memudahkan kami berkeliling dengan mobil atau dengan berjalan kaki. Hotel kami sangat dekat dengan beberapa pusat perbelanjaan yang cukup ramai di Cirebon seperti Grage Mall, supermarket Yogya dan beberapa gerai makanan cepat saji. Awalnya saya kira Cirebon merupakan kota yang cukup tenang dengan sedikit pusat keramaian, ternyata saya salah. Cirebon merupakan kota yang cukup ramai, hampir mirip dengan Bandung dengan kemacetan saat musim liburan dan padatnya kendaraan berlalu lalang. Hanya saja di Cirebon udaranya lebih panas karena terletak di pesisir utara.

Empal gentong merupakan hidangan berkuah santan dengan daging sapi maupun jeroan yang sepintas mirip dengan soto Betawi. Berbeda dengan soto Betawi, daging dalam empal gentong disajikan lebih kecil dan kuahnya cenderung berwarna kuning. Salah satu rumah makan yang terkenal dengan empal gentong adalah rumah makan milik H. Apud yang berpusat di Jl. Tuparev. Lokasinya sangat terjangkau dari pusat kota sehingga wajar apabila rumah makan tersebut ramai. Namun tidak perlu khawatir karena saat ini empal gentong H. Apud telah membuka cabang di beberapa lokasi lain di Kota Cirebon.

Bagi anda yang tidak ingin mengonsumsi santan, rumah makan ini juga menyediakan menu yang serupa dengan empal gentong hanya saja tidak menggunakan santan, yaitu empal asem. Rumah makan ini juga menyuguhkan sajian lain yang juga khas yaitu nasi lengko. Nasi lengko merupakan hidangan nasi yang dicampur dengan beberapa jenis lauk dan sayur yang dipotong kecil seperti mentimun, tahu dan tempe goreng, tauge serta seledri lalu ditabur dengan bawang goreng dan disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis.

Nasi lengko memberikan sensasi makan nasi yang berbeda karena cita rasa yang segar dan gurih berpadu di dalamnya. Anda juga dapat menambahkan lauk lain yang bisa disantap bersama nasi lengko yaitu sate kambing yang juga tersedia di rumah makan H. Apud. Harga untuk satu mangkuk empal gentong adalah Rp 25.000 cukup terjangkau untuk hidangan daging sapi.

nasi lengko

Sajian khas Kota Cirebon yang jangan sampai terlewat adalah nasi jamblang. Nasi jamblang sepintas mirip dengan nasi rames biasa hanya saja nasi jamblang menggunakan daun jati yang sudah jarang digunakan oleh masyarakat moden sebagai alas nasi dan lauk. Nasi jamblang yang terkenal di Cirebon salah satunya adalah rumah makan nasi jamblang Ibu Nur yang berlokasi dekat dengan stasiun Cirebon Prujakan.

nasi jamblang

Nasi yang disajikan per porsi cukup sedikit sehingga bagi anda yang terbiasa dengan porsi normal hingga besar dapat menambah porsi nasi saat memesan. Rumah makan ini menyediakan berbagai macam lauk mulai dari tempe, tahu, hidangan laut, ayam, daging sapi hingga jeroan. Dari berbagai macam lauk yang disajikan, lauk tempe goreng menurut saya adalah juaranya. Tempe goreng di rumah makan tersebut dibumbui secara baik dengan bagian luar tempe yang terasa renyah dan bagian dalam tempe yang lembut.

Namun untuk para pemburu kuliner harus bersabar karena lahan parkir yang padat saat hari libur. Namun jangan berkecil hati karena rumah makan Ibu Nur menyediakan dua station prasmanan untuk memesan makanan sehingga akan lebih cepat anda dapat memesan dan duduk untuk menikmati sajian lezat ini. Jangan khawatir soal harga makanan di rumah makan ini karena cukup terjangkau, tergantung pada lauk yang anda pilih.

Para penikmat ayam goreng jangan sedih, karena Cirebon juga memiliki ayam goreng yang cukup terkenal. Namanya rumah makan ayam goreng bahagia Hj. Sunarti yang terletak di kawasan perdagangan di Cirebon. Terletak di jalan bahagia nomor 71, rumah makan ini menyajikan ayam goreng kampung dengan pelengkap berupa jeroan dan sayur asem yang disajikan hangat. Ayam goreng dan sambal adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Rumah makan ini biasa menyajikan sambal berwarna merah yang cenderung manis bersama ayam goreng, namun anda jangan khawatir karena untuk para pecinta pedas, anda dapat memesan sambal bajak yang lebih pedas. Berbeda dengan sambal merah yang manis, sambal bajak mirip dengan sambal bawang yang dari tampilannya saja sudah terlihat cabai rawit merah yang melimpah.

Sebelum kembali ke Jakarta, saya disarankan oleh salah satu kerabat untuk membeli oleh-oleh di Pasar Kanoman. Pasar Kanoman tidak terlalu jauh dari penginapan kami, sehingga setelah check out kami langsung mengunjungi pasar tersebut. Kawasan pasar cukup padat karena selain pengunjung para pedagang juga turut meramaikan di tepi jalan. Kami menuju sebuah toko oleh oleh bernama “Sinta” yang menyediakan berbagai oleh-oleh tradisional Cirebon. Hal tersebut sangat terasa saat kita memasuki tokonya yang beraroma ikan asin yang sangat khas.

Toko tersebut menyediakan oleh-oleh khas dari Cirebon seperti ikan asin, aneka manisan buah, kudapan ringan berbentuk kripik dari buah hingga paru sapi, terasi dan yang sangat khas adalah Sirup Cap Buah Tjampolay. Sirup asli kota ini telah ada di aneka pusat perbelanjaan di Jakarta. Namun tentu terdapat perbedaan saat kita beli di kota pembuatannya yaitu harganya. Kakak saya membeli selusin sirup dengan aneka rasa sebagai oleh-oleh karena selain khas dan enak harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau hanya 25 ribu rupiah saja dibandingkan di Jakarta yang bisa lebih mahal 10 ribu rupiah.

tjampolay
Sirup Cap Buah Tjampolay

Salah satu hidangan khas Kota Cirebon adalah tahu gejrot. Bagi pecinta tahu gejrot, jangan khawatir karena di depan toko oleh-oleh ini terdapat penjual tahu gejrot yang bisa dimakan di tempat atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh karena ada yang telah dikemas rapi dan siap dibawa. Penjual juga akan menyertakan cabai dan bawang merah sebagai bumbu untuk dicampur dengan kuah gula merah yang juga disediakan.

Saran saya saat membeli tahu gejrot ini adalah segera dikonsumsi karena sifat tahu yang tidak tahan lama. Setelah berbelanja oleh-oleh sebenarnya saya sangat ingin mampir ke gerai batik di Batik Trusmi yang cukup terkenal di Cirebon. Namun sayangnya kawasan tersebut sangat ramai dan waktu yang semakin sempit memaksa kami untuk segera meninggalkan Cirebon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *